Denny JA: Manajemen Ibadah Haji Saatnya Direformasi

09201509250402278158hajj-stampede0924nw01.JPG

Oleh Denny JA

Wafatnya lebih dari 700 nyawa terinjak-injak di Mina memaksa kita harus berpikir out of the box. Saatnya manajemen ibadah haji direformasi, melalui tiga cara.

Pemerintah dan ulama di Indonesia perlu aktif melobi pemerintah Arab Saudi agar segera melakukan reformasi ibadah haji. Ini perlu karena Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar di dunia, dan paling banyak datang berhaji.

Tahun 2015, diperkirakan total jumlah jemaah haji sekitar 1.4 juta orang. Apa yang terjadi dengan jumlah jemaah haji 10 tahun mendatang, 20 tahun mendatang, 50 tahun mendatang?

Apalagi berdasarkan data pertumbuhan populasi, umat Muslim setelah tahun 2050 diprediksi akan menjadi populasi paling besar di dunia. Saat itu populasi Muslim melampaui populasi Kristen dan agama manapun, bahkan juga total populasi yang tidak beragama, seperti di Cina, Rusia, dll.

Apa jadinya jika yang datang berhaji bertambah dari 1.4 juta ke 3 juta ke 10 juta? Sementara jumlah hari untuk berhaji tetap? Sementara luas lokasi untuk berhaji tetap?

Jika yang berhaji bertambah berlipat, sementara jumlah hari sah berhaji tetap, dan luas lokasi berhaji tetap, bisa diprediksi akan terus berjatuhan korban karena desak desakan itu.

Berhaji menjadi ritual yang berbahaya dan tak lagi nyaman. Ritual berhaji justru akan tercatat sebagai ritual agama yang paling banyak memakan nyawa manusia dalam sejarah.

Saatnya pemerintah Saudi mengumpulkan ulama untuk melakukan reformasi atas ibadah haji, tanpa melanggar ketentuan kitab suci yang diyakini.

Ini tiga cara reformasi radikal yang bisa dilakukan. Pertama, menambah jumlah hari yang sah untuk berhaji. Selama ini diyakini hari yang sah berhaji hanya lima hari efektif: dari tanggal 9-13 Dzulhijjah saja.

Apa jadinya jika 1.5 juta jemaah menumpuk di 5 hari itu saja? apa jadinya jika yang menumpuk di lima hari itu bertambah dari 1.5 juta ke 3 juta, 5 juta, 10 juta? Ini hal yang tak terhindari karena populasi muslim dunia juga semakin bertambah?

Harus dipikirkan jumlah hari berhaji yang sah bertambah juga tak hanya 5 hari, tapi berbulan- bulan: dari 5 hari menjadi, misalnya 60 hari, dan sebagainya.

Intelektual Islam, Masdar Mas’udi pernah mengemukakan ide perluasan hari haji yang sah, berdasarkan pemahamannya atas ayat Al Quran, yg bisa berbulan- bulan. Jika waktu sah berhaji berubah dari 5 hari menjadi katakanlah 60 hari, ini akan menjadi solusi yang sangat ampuh untuk mengurangi konsentrasi massa di satu titik dan di satu waktu. Niscaya ibadah haji akan dirasakan lebih nyaman dan lebih aman bagi jemaah.

Kedua, mengubah arsitektur Mina. Umumnya kecelakaan yang menewaskan ratusan jemaah haji terjadi di Mina. Sejak 1980, sudah terjadi 8 kali maut yang menelan lebih dari seratus nyawa.

Pemerintah Saudi bisa mengundang aneka pihak yang berkompeten di dunia untuk mempelajari bangunan dan lorong Mina dalam hubungannya dengan arus massa yang ratusan ribu.

Harus ada reformasi arsitektural yang akhirnya bisa membantu area Mina itu lebih aman untuk masa yang berdesakan.

Agak aneh jika aneka gedung dan Mall di Mekah dibuat megah. Bahkan banyak yang menyatakan Mekkah berubah menjadi seperti New York atau Las Vegas. Namun arsitektur di Mina masih rawan dengan desakan massa yang bisa menewaskan ratusan jemaah. Area yang rawan itu terutama di jalan 204, tempat peziarah melempar jumrah.

Perubahan arsitektural di Mina yang lebih aman bagi arus ratusan ribu jemaah di satu waktu, terutama di saat jumrah itu, akan signifikan.

Ketiga, modernisasi manejemen haji. Saatnya pemerintah Arab Saudi juga memodernkan manajemen haji, baik dari jumlah, SOP dalam bekerja, dan kualitas SDMnya.

Dari saksi mata, banyak yang menyatakan tak memadainya jumlah aparat Saudi di Mina ketika ratusan massa berdesakan. Dengan sendirinya, jika massa panik dan saling mendorong, tanpa ada jumlah dan kualitas aparat yang memadai, ratusan jemaah beresiko terinjak-injak dan tewas.

Saatnya juga pemerintah Arab Saudi mengundang ahli manajemen tingkat dunia untuk membantu membuatkan SOP manajemen haji.

Jika dirasakan perlu, khusus untuk prosesi di Mina, pemerintah Saudi melibatkan manajemen multi nasional. Yang bisa ikut membantu arus massa di sana, tak hanya aparat Saudi, tapi juga kerjasama dengan staf berpengalaman dari aneka negara.

Saatnya manajemen haji direformasi, sehingga beribadah itu tak hanya aman dan nyaman, namun juga khusyuk bagi jemaah, dan bagi keluarga yang ditinggal, yang tak perlu lagi was was akan keselamatan jemaah.***




or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?